1. 100% memiliki facebook.
2. 55% memiliki laptop.
3. 80% dari daerah.
4. Semester 1-5 aktif kuliah, semester 6-8 80% sibuk sendiri (tidur, ngelantur, pacaran, dll) sisanya siap2 nyusun skripsi.
5. 87% belajar dari fotokopian dengan sistem SKS (sistem kebut semalam), 10% tidak belajar.
6. semester 7 ke atas bangun jam 8 pagi ke atas.
7. 75% mahasiswa cowok perokok aktif, 15% perokok pasif dan sisanya perokok parasit.
Jumat, 21 Oktober 2011
Fakta & Opini tentang Wanita :)
Kumpulan fakta dan opini tentang WANITA .
- Wanita TIDAK mengharapkan jawaban jujur dari pertanyaan HOW DO I LOOK? (Hm, pantes pantes. Hehehe)
- Di Saudi Arabia, wanita bisa minta perceraian kalau suaminya tidak memberinya kopi. (hm, masa sih?)
- Di hampir semua negara, Life expectancy (angka harapan hidup) wanita lebih tinggi daripada pria
- Secara global, jumlah pria lebih banyak daripada jumlah wanita. Ada 98.6 pria untuk setiap 100 wanita.
- Bila seorang wanita mengatakan dia sedang bersedih, tetapi dia tidak meneteskan airmata,itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya.
- Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya,lebih baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu menegur dengan ucapan maaf.
- Wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci tentang orang yang paling dia sayang (karena itu banyak wanita yang patah hati bila hubungannya putus di tengah jalan).
- Jika sorang wanita jatuh cinta dengan seorang lelaki, lelaki itu akan sentiasa ada di pikirannya walaupun ketika dia sedang dengan lelaki lain.(sinetron banget ya)
- Bila lelaki yang dia cintai merenung tajam ke dalam matanya,dia akan cair seperti coklat!!(yah, agak lebay juga sih)hehe.
- Wanita memang menyukai pujian tetapi selalu tidak tahu cara menerima pujian. (maksudnya apa yaaa)
- Jika kamu tidak suka dengan gadis yang menyukai kamu setengah mati, tolak cintanya dengan lembut, jangan kasar karena ada satu semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia telah membuat keputusan, dia akan melakukan apa saja.
- Jangan sesekali beritahu kepada perempuan tentang apa yang membuat mereka langsung merasa tak berguna.
- Bersikap terlalu serius bisa mematikan mood wanita.
- Bila pertama kali lelaki yang dicintainya sedang diam memberikan respon positif, misalnya menghubunginya melalui telepon, si gadis akan bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat, tetapi sebenarnya dia akan berteriak senang dan tak sampai sepuluh menit, semua teman-temannya akan tahu berita tersebut. (wuah, bener nihhhh, jual mahalllll!!!)
- Jika kamu menyukai sorang wanita, mulailah dengan persahabatan. Kemudian biarkan dia mengenalmu lebih dalam.
- Jika seorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar, tinggalkan dia karena dia memang tak berminat denganmu.
- Tetapi jika dalam waktu yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilan darimu, teruskan usahamu untuk memikatnya.
- Jangan sesekali menebak apa yang dirasakannya. Tanya dia sendiri!!(nah, tapi biasanya dia nggak mau jawab kan)Setelah sorang gadis jatuh cinta, dia akan sering bertanya-tanya mengapa aku tak bertemu lelaki ini lebih awal.
- Kalau kamu masih mencari-cari cara yang paling romantis untuk memikat hati seorang gadis, bacalah buku-buku cinta.
- Bila setiap kali melihat foto bersama,yang pertama dicari oleh wanita ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya, kemudian barulah dirinya sendiri.
- Mantan pacarnya akan selalu ada di pikirannya tetapi lelaki yang dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa di hatinya!!
- Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka semata-mata untuk menggaet kawan mereka yang paling cantik.
- Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya memberi surprise buatnya (hadiah, bunga atau sekadar kata-kata romantis). Mereka akan terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai setulus hati. Dengan ini dia tak akan ragu-ragu terhadapmu.
- Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang perhatian padanya dan baik terhadapnya. So, kalau mau memikat wanita pandai-pandailah…
- 2 rekor IQ Tertinggi di dunia (rekor yang pernah tercatat) adalah milik wanita. (FYI, Einstein nggak pernah tes IQ. IQ Einstein 180 itu hanya perumpamaan)
- 70% wanita lebih memilih coklat daripada sex (polling dari sebuah majalah wanita tahun 1995 )
- Kalo cewek gandengan tangan, peluk2an sambil jalan, masih dianggap wajar, coba bayangin kalo cowok.. hiii serem :p
- Wanita tidak pernah salah. Meminta maaf adalah tugas dari lelaki (masa sih)
- Pria berganti pikiran 2-3 kali lebih sering daripada wanita. Wanita berpikir lebih lama, tapi kalau sudah memutuskan sesuatu, biasanya akan lebih gigih memperjuangkannya
- Pria punya kecenderungan untuk membantu wanita daripada pria lainnya.
- Wanita menangis 4 kali lebih banyak dari pria.
- Perempuan terobsesi sepatu. Menurut penelitian di ShopSmart Amerika Serikat, setiap perempuan di Negara Adi Daya itu rata-rata memiliki 17 pasang sepatu. Dia antara semua sepatu yang mereka miliki, hanya tiga pasang yang digunakan secara teratur.
- Wanita adalah makhluk yang senang sekali “jajan”. Sebab, dalam anggapan mereka, toko, warung, mall, supermarket, atau pasar adalah tempat dimana mereka seolah merasa terkontrol [padahal buktinya mereka sangat “lost control” di tempat itu.
- Wanita berbicara 25.500 kata perhari. Pria hanya 12.500.
DI BALIK PERHIASANMU
(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq al-Atsariyyah)
Wanita memang mempunyai kecenderungan untuk tampil cantik. Tak heran kalau kemudian ada yang meluangkan waktu secara khusus untuk perawatan kecantikan di salon ataupun spa. Bahkan ada yang melakukannya dengan cara yang lebih ekstrem, seperti mengerik alis mata, bertato, dan sebagainya. Bagaimana sesungguhnya Islam mengatur ini semua? Simak bahasan berikut!
Allah l berfirman:
“Apakah patut (menjadi anak Allah) orang (wanita) yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan, sedangkan dia tidak dapat memberi alasan yang jelas dalam pertengkaran?” (az-Zukhruf: 18)
Allah l menciptakan wanita dengan tabiat senang terhadap perhiasan dan kecantikan. Allah l juga menciptakan pria dengan tabiat senang terhadap perhiasan wanita dan kecantikannya. Ini adalah dua kutub yang tarik-menarik. Syariat pun menetapkan halalnya seorang pria menikmati perhiasan dan kecantikan seorang wanita melalui lembaga pernikahan yang suci.
Dengan pernikahan ini, jadilah upaya seorang istri untuk menghias dirinya guna tampil menawan dan cantik di hadapan suami, bernilai ibadah di sisi Allah l. Tentunya sepanjang perhiasan dan cara berhias yang dilakukannya tidak melanggar batasan dan apa yang dikehendaki oleh syariat.
Ayat yang mulia di atas menunjukkan, secara tabiat wanita memang senang berhias guna menutupi kurangnya kecantikan/ keindahannya, sehingga ia menggunakan perhiasan dari luar sejak kanak-kanak untuk melengkapi dan menutupi kekurangan yang ada. (Tafsir Ibnu Katsir, 4/135, Taisir al-Karimirir Rahman, hlm. 764)
Hal yang demikian ini bukanlah suatu cela bagi wanita. Bahkan sebagaimana yang telah disinggung di atas, hal ini merupakan fitrah wanita yang Allah l menciptakan mereka di atas fitrah tersebut. Terlebih lagi bila ia adalah seorang istri, ia dituntut untuk memerhatikan penampilan di hadapan suami dan tentunya ia tidak dapat lepas dari upaya berhias.
Dalam agama Islam, perhiasan wanita itu memiliki hukum-hukum khusus. Di antaranya ada yang halal, seperti wanita berhias untuk tampil di hadapan suaminya dalam batasan yang tidak melanggar syariat. Di antara perhiasan itu ada juga yang haram. Untuk yang kedua ini, bisa jadi keharamannya pada jenis perhiasan itu sendiri sehingga sekalipun hanya diperlihatkan di hadapan suami dan mahram lainnya tetap haram hukumnya. Namun ada pula keharamannya dari sisi siapa yang melihat perhiasan yang dikenakan wanita tersebut. Misalnya seorang wanita menampakkan diri dan perhiasan yang dikenakannya di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya, maka ini haram hukumnya. Ataupun keharaman perhiasan tersebut sebatas waktu tertentu, seperti ketika seorang wanita menjalani ihdad-nya.
Perkara Fitrah
Satu hal yang tidak boleh diabaikan seorang muslimah dalam berhias adalah memerhatikan perkara-perkara fitrah. Sebagaimana Rasulullah n bersabda:
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ: الْخِتَانُ، وَالْاِسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيْمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبْطِ
“Perkara fitrah itu ada lima: khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kumis, menggunting kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 5889 dan Muslim no. 257)
Hampir semua perkara fitrah di atas tidaklah wajib hukumnya menurut kesepakatan ulama, namun ada pula perkara yang diperselisihkan kewajibannya seperti khitan. (Syarh Shahih Muslim, 3/148)
Walaupun hukum dalam perkara fitrah ini tidaklah wajib, namun seorang muslimah dituntut untuk melakukannya, tentunya dalam hal-hal yang sesuai baginya. Karena itu ia tidak boleh membiarkan kukunya terus memanjang, demikian pula rambut yang tumbuh di ketiak dan kemaluannya. Ia harus menghilangkannya guna menjaga kebersihan dan keindahan.
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Menggunting kuku sunnah hukumnya dengan kesepakatan ulama, karena ia termasuk perkara fitrah yang disebutkan dalam hadits Rasulullah n. Selain itu menggunting kuku merupakan upaya menjaga kebersihan dan keindahan, sementara membiarkannya tetap tumbuh memanjang menunjukkan kejelekan dan menyerupai binatang buas. Selain itu kuku yang panjang akan berpotensi menyimpan kotoran di bawahnya dan menahan sampainya air ke bawah kuku. Sangat disayangkan, sebagian muslimah telah ditimpa musibah dengan kebiasaan memanjangkan kuku karena mengikuti wanita-wanita kafir dan karena bodoh, tidak mengerti tentang Sunnah Nabi n.”
Beliau hafizhahullah juga menyatakan, “Disunnahkan bagi wanita untuk menghilangkan rambut yang tumbuh di kedua ketiaknya dan pada kemaluannya, dalam rangka mengamalkan hadits Rasulullah n tentang perkara fitrah, di samping hal ini merupakan satu upaya berhias diri. Jangan ia biarkan rambut itu tumbuh lebih dari empat puluh hari.” (al-Mu’minat, hlm. 20)
Perhiasan Wajah
Wajah merupakan pusat kecantikan para wanita, sehingga kita melihat bagaimana mereka menaruh perhatian terhadap bagian tubuhnya yang satu ini lebih dari bagian tubuhnya yang lain. Dibolehkan bagi wanita untuk menambah ataupun menutupi kekurangan pada bagian wajahnya dengan suatu perhiasan selama perhiasan atau cara berhias tersebut tidak dilarang oleh syariat dan tidak mengandung unsur tasyabbuh (menyerupai wanita kafir). Dengan demikian, dibolehkan bagi wanita untuk menghiasi matanya dengan celak, terlebih lagi bila ia bercelak dengan itsmid karena akan memberi faedah bagi kesehatan matanya. (asy-Syarhul Mumti’, 1/128)
Zainab, putri Ummul Mukminin Ummu Salamah x, mengisahkan dari ibunya: Pernah datang seorang wanita menemui Rasulullah n. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, putriku ditimpa musibah dengan meninggalnya suaminya, sementara ia mengeluhkan sakit pada matanya. Apakah boleh ia mencelaki matanya?” Rasulullah n menjawab, “Ia tidak boleh bercelak.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 5336 dan Muslim no. 1488)
Dari sabda Nabi n: “Ia tidak boleh bercelak”, terdapat dalil tentang haramnya bagi wanita yang suaminya baru meninggal (wanita yang sedang ber-ihdad) untuk memakai celak, sama saja ia membutuhkannya ataupun tidak. (Syarah Shahih Muslim, 10/114)
Dari sini dipahami, bila wanita yang ber-ihdad dilarang bercelak, berarti selain wanita yang ber-ihdad dibolehkan untuk memakai celak. (Jami’ Ahkamin Nisa’, 4/419)
Rasulullah n sendiri menuntunkan dalam sabdanya:
وَإِنَّ خَيْرَ أَكْحَالِكُمُ الْإِثْمِدُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعْرَ
“Sebaik-baik celak kalian adalah itsmid, ia dapat mempertajam pandangan mata dan menumbuhkan bulu mata.” (HR. Abu Dawud no. 3878. Dihasankan oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad, 1/452)
عَلَيْكُمْ بِالإِثْمِدِ عِنْدَ النَّوْمِ فَإِنَّهُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعْرَ
“Gunakanlah itsmid oleh kalian ketika hendak tidur karena ia dapat mempertajam pandangan mata dan menumbuhkan bulu mata.” (HR. Ibnu Majah no. 3495 Disahihkan sanadnya oleh asy-Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah, no. 724)
Adapun tentang pemakaian make-up pada wajah, hal ini pernah ditanyakan kepada Asy-Syaikh Ibnu Baz t. Beliau menjawab, “Jika make-up itu mempercantik wajah namun tidak memudaratkannya (membahayakan) dan tidak memengaruhi wajah sedikit pun maka tidak apa-apa. Namun bila sebaliknya maka terlarang.” (Zinatul Mar’ah baina ath-Thibbi wasy Syar’i, hlm. 23)
Asy-Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah menjawab permasalahan yang sama. Beliau berkata, “Jika memakainya karena ada kebutuhan/keperluan maka tidak mengapa. Akan tetapi bila tidak ada keperluan maka meninggalkannya lebih baik, khususnya bila harganya mahal. Karena hal itu membawa pada perbuatan israf (berlebihan) yang diharamkan, juga mengarah pada penipuan dan pemalsuan karena menampakkan yang bukan hakikatnya tanpa adanya keperluan.” (Zinatul Mar’ah, hlm. 26)
Ada beberapa cara menghias bagian wajah yang diharamkan dalam syariat yang mulia ini. Di antaranya:
1. Mencabut bulu/rambut alis atau mencukurnya sampai habis
Cara berhias seperti ini diharamkan, baik menghilangkannya itu dengan cara dicukur, dipotong, maupun menggunakan sesuatu yang dapat menghilangkan bulu/ rambut tersebut seluruhnya, atau sebagian. (al-Mu’minat, hlm. 27)
‘Alqamah berkata bahwa Abdullah bin Mas’ud z melaknat para wanita yang mentato dan minta ditato, wanita yang menghilangkan rambut alis, wanita yang minta dihilangkan rambut alisnya, dan wanita yang mengikir giginya agar terlihat bagus, wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah l. Ketika ucapan Abdullah bin Mas’ud z ini sampai kepada Ummu Ya’qub, salah seorang wanita dari Bani Asad yang biasa membaca Al-Qur’an, ia mendatangi Abdullah seraya berkata, “Berita yang sampai kepadaku tentangmu bahwasanya engkau melaknat wanita-wanita yang demikian (Ummu Ya’qub menyebutkannya satu persatu)?” Abdullah menjawab, “Kenapa aku tidak melaknat orang yang dilaknat oleh Rasulullah n dan hal ini ada dalam Kitabullah?” Ummu Ya’qub berkata, “Demi Allah, aku telah membaca lembaran-lembaran Al-Qur’an, namun aku tidak mendapatkan laknat yang engkau sebutkan.” Abdullah menimpali, “Demi Allah, bila engkau membacanya niscaya engkau akan mendapatkannya, yaitu Allah l berfirman:
“Apa yang dibawa oleh Rasulullah untuk kalian maka ambillah dan apa yang beliau larang maka tinggalkanlah.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 5939 dan Muslim no. 2125)
Ath-Thabari t berkata, “Wanita tidak boleh mengubah sedikit pun ciptaan Allah l yang ada pada dirinya, baik dengan menambah maupun menguranginya, dalam rangka untuk memperindah diri, bukan untuk suami atau untuk selainnya. Seperti seorang wanita yang kedua alisnya bersambung, lalu ia menghilangkan bagian yang tersambung tersebut sehingga terkesan kedua alisnya itu terpisah atau sebaliknya. Demikian pula wanita yang memiliki gigi yang lebih dari yang semestinya, lalu ia mencabutnya atau ia memiliki gigi yang panjang kemudian ia memotong sebagian gigi tersebut. Atau seseorang yang memiliki rambut yang pendek kemudian ia menyambungnya dengan rambut yang lain. Semua ini masuk dalam larangan karena termasuk mengubah ciptaan Allah l.”
Beliau melanjutkan, “Dikecualikan dalam pelarangan ini bila hal tersebut mengakibatkan kemudaratan dan mengganggu (menyakiti), seperti seorang wanita yang memiliki gigi berlebihan atau panjang hingga menyulitkannya ketika makan.” (Fathul Bari, 10/390)
Al-Imam an-Nawawi t berkata, “Menghilangkan rambut yang tumbuh di wajah (termasuk rambut alis) dan meminta orang lain untuk menghilangkannya adalah perbuatan yang haram, terkecuali bila tumbuh jenggot atau kumis di wajah seorang wanita, maka tidak diharamkan baginya untuk menghilangkannya. Bahkan disenangi hal ini di sisi kami.” (Syarh Shahih Muslim, 14/106)
Al-Hafizh Ibnu Hajar t mensyaratkan kebolehan di atas dengan izin suami dan sepengetahuannya. (Fathul Bari, 10/391)
2. Membuat tato
Larangan membuat tato ini umum, sama saja baik tato tersebut pada bagian wajah atau bagian tubuh lainnya. (Fathul Bari, 10/385)
Rasulullah n telah melaknat wanita yang berbuat demikian, sama saja baik ia sebagai pelaku maupun sebagai objek, sebagaimana haditsnya telah disinggung di atas. Ibnu ‘Umar c juga mengabarkan:
لَعَنَ النَّبِيُّ n الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِـمَةَ
“Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambungkan rambutnya, serta melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta dibuatkan tato.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 5940 dan Muslim no. 2124)
3. Mengikir gigi
Mengikir gigi dengan tujuan untuk mempercantik diri diharamkan dalam syariat yang mulia, sebagaimana datang isyarat pelarangannya dari Nabi n dalam hadits Abdullah bin Mas’ud z. Adapun bila gigi-gigi tersebut jelek atau tidak teratur, hingga perlu merapikannya guna menghilangkan kejelekan tersebut atau karena ada kerusakan hingga perlu diperbaiki maka tidaklah terlarang, karena hal ini termasuk dalam pengobatan dan menghilangkan sesuatu yang tampak jelek. (Fathul Bari, 10/385)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Wanita memang mempunyai kecenderungan untuk tampil cantik. Tak heran kalau kemudian ada yang meluangkan waktu secara khusus untuk perawatan kecantikan di salon ataupun spa. Bahkan ada yang melakukannya dengan cara yang lebih ekstrem, seperti mengerik alis mata, bertato, dan sebagainya. Bagaimana sesungguhnya Islam mengatur ini semua? Simak bahasan berikut!
Allah l berfirman:
“Apakah patut (menjadi anak Allah) orang (wanita) yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan, sedangkan dia tidak dapat memberi alasan yang jelas dalam pertengkaran?” (az-Zukhruf: 18)
Allah l menciptakan wanita dengan tabiat senang terhadap perhiasan dan kecantikan. Allah l juga menciptakan pria dengan tabiat senang terhadap perhiasan wanita dan kecantikannya. Ini adalah dua kutub yang tarik-menarik. Syariat pun menetapkan halalnya seorang pria menikmati perhiasan dan kecantikan seorang wanita melalui lembaga pernikahan yang suci.
Dengan pernikahan ini, jadilah upaya seorang istri untuk menghias dirinya guna tampil menawan dan cantik di hadapan suami, bernilai ibadah di sisi Allah l. Tentunya sepanjang perhiasan dan cara berhias yang dilakukannya tidak melanggar batasan dan apa yang dikehendaki oleh syariat.
Ayat yang mulia di atas menunjukkan, secara tabiat wanita memang senang berhias guna menutupi kurangnya kecantikan/ keindahannya, sehingga ia menggunakan perhiasan dari luar sejak kanak-kanak untuk melengkapi dan menutupi kekurangan yang ada. (Tafsir Ibnu Katsir, 4/135, Taisir al-Karimirir Rahman, hlm. 764)
Hal yang demikian ini bukanlah suatu cela bagi wanita. Bahkan sebagaimana yang telah disinggung di atas, hal ini merupakan fitrah wanita yang Allah l menciptakan mereka di atas fitrah tersebut. Terlebih lagi bila ia adalah seorang istri, ia dituntut untuk memerhatikan penampilan di hadapan suami dan tentunya ia tidak dapat lepas dari upaya berhias.
Dalam agama Islam, perhiasan wanita itu memiliki hukum-hukum khusus. Di antaranya ada yang halal, seperti wanita berhias untuk tampil di hadapan suaminya dalam batasan yang tidak melanggar syariat. Di antara perhiasan itu ada juga yang haram. Untuk yang kedua ini, bisa jadi keharamannya pada jenis perhiasan itu sendiri sehingga sekalipun hanya diperlihatkan di hadapan suami dan mahram lainnya tetap haram hukumnya. Namun ada pula keharamannya dari sisi siapa yang melihat perhiasan yang dikenakan wanita tersebut. Misalnya seorang wanita menampakkan diri dan perhiasan yang dikenakannya di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya, maka ini haram hukumnya. Ataupun keharaman perhiasan tersebut sebatas waktu tertentu, seperti ketika seorang wanita menjalani ihdad-nya.
Perkara Fitrah
Satu hal yang tidak boleh diabaikan seorang muslimah dalam berhias adalah memerhatikan perkara-perkara fitrah. Sebagaimana Rasulullah n bersabda:
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ: الْخِتَانُ، وَالْاِسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيْمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبْطِ
“Perkara fitrah itu ada lima: khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kumis, menggunting kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 5889 dan Muslim no. 257)
Hampir semua perkara fitrah di atas tidaklah wajib hukumnya menurut kesepakatan ulama, namun ada pula perkara yang diperselisihkan kewajibannya seperti khitan. (Syarh Shahih Muslim, 3/148)
Walaupun hukum dalam perkara fitrah ini tidaklah wajib, namun seorang muslimah dituntut untuk melakukannya, tentunya dalam hal-hal yang sesuai baginya. Karena itu ia tidak boleh membiarkan kukunya terus memanjang, demikian pula rambut yang tumbuh di ketiak dan kemaluannya. Ia harus menghilangkannya guna menjaga kebersihan dan keindahan.
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Menggunting kuku sunnah hukumnya dengan kesepakatan ulama, karena ia termasuk perkara fitrah yang disebutkan dalam hadits Rasulullah n. Selain itu menggunting kuku merupakan upaya menjaga kebersihan dan keindahan, sementara membiarkannya tetap tumbuh memanjang menunjukkan kejelekan dan menyerupai binatang buas. Selain itu kuku yang panjang akan berpotensi menyimpan kotoran di bawahnya dan menahan sampainya air ke bawah kuku. Sangat disayangkan, sebagian muslimah telah ditimpa musibah dengan kebiasaan memanjangkan kuku karena mengikuti wanita-wanita kafir dan karena bodoh, tidak mengerti tentang Sunnah Nabi n.”
Beliau hafizhahullah juga menyatakan, “Disunnahkan bagi wanita untuk menghilangkan rambut yang tumbuh di kedua ketiaknya dan pada kemaluannya, dalam rangka mengamalkan hadits Rasulullah n tentang perkara fitrah, di samping hal ini merupakan satu upaya berhias diri. Jangan ia biarkan rambut itu tumbuh lebih dari empat puluh hari.” (al-Mu’minat, hlm. 20)
Perhiasan Wajah
Wajah merupakan pusat kecantikan para wanita, sehingga kita melihat bagaimana mereka menaruh perhatian terhadap bagian tubuhnya yang satu ini lebih dari bagian tubuhnya yang lain. Dibolehkan bagi wanita untuk menambah ataupun menutupi kekurangan pada bagian wajahnya dengan suatu perhiasan selama perhiasan atau cara berhias tersebut tidak dilarang oleh syariat dan tidak mengandung unsur tasyabbuh (menyerupai wanita kafir). Dengan demikian, dibolehkan bagi wanita untuk menghiasi matanya dengan celak, terlebih lagi bila ia bercelak dengan itsmid karena akan memberi faedah bagi kesehatan matanya. (asy-Syarhul Mumti’, 1/128)
Zainab, putri Ummul Mukminin Ummu Salamah x, mengisahkan dari ibunya: Pernah datang seorang wanita menemui Rasulullah n. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, putriku ditimpa musibah dengan meninggalnya suaminya, sementara ia mengeluhkan sakit pada matanya. Apakah boleh ia mencelaki matanya?” Rasulullah n menjawab, “Ia tidak boleh bercelak.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 5336 dan Muslim no. 1488)
Dari sabda Nabi n: “Ia tidak boleh bercelak”, terdapat dalil tentang haramnya bagi wanita yang suaminya baru meninggal (wanita yang sedang ber-ihdad) untuk memakai celak, sama saja ia membutuhkannya ataupun tidak. (Syarah Shahih Muslim, 10/114)
Dari sini dipahami, bila wanita yang ber-ihdad dilarang bercelak, berarti selain wanita yang ber-ihdad dibolehkan untuk memakai celak. (Jami’ Ahkamin Nisa’, 4/419)
Rasulullah n sendiri menuntunkan dalam sabdanya:
وَإِنَّ خَيْرَ أَكْحَالِكُمُ الْإِثْمِدُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعْرَ
“Sebaik-baik celak kalian adalah itsmid, ia dapat mempertajam pandangan mata dan menumbuhkan bulu mata.” (HR. Abu Dawud no. 3878. Dihasankan oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad, 1/452)
عَلَيْكُمْ بِالإِثْمِدِ عِنْدَ النَّوْمِ فَإِنَّهُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعْرَ
“Gunakanlah itsmid oleh kalian ketika hendak tidur karena ia dapat mempertajam pandangan mata dan menumbuhkan bulu mata.” (HR. Ibnu Majah no. 3495 Disahihkan sanadnya oleh asy-Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah, no. 724)
Adapun tentang pemakaian make-up pada wajah, hal ini pernah ditanyakan kepada Asy-Syaikh Ibnu Baz t. Beliau menjawab, “Jika make-up itu mempercantik wajah namun tidak memudaratkannya (membahayakan) dan tidak memengaruhi wajah sedikit pun maka tidak apa-apa. Namun bila sebaliknya maka terlarang.” (Zinatul Mar’ah baina ath-Thibbi wasy Syar’i, hlm. 23)
Asy-Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah menjawab permasalahan yang sama. Beliau berkata, “Jika memakainya karena ada kebutuhan/keperluan maka tidak mengapa. Akan tetapi bila tidak ada keperluan maka meninggalkannya lebih baik, khususnya bila harganya mahal. Karena hal itu membawa pada perbuatan israf (berlebihan) yang diharamkan, juga mengarah pada penipuan dan pemalsuan karena menampakkan yang bukan hakikatnya tanpa adanya keperluan.” (Zinatul Mar’ah, hlm. 26)
Ada beberapa cara menghias bagian wajah yang diharamkan dalam syariat yang mulia ini. Di antaranya:
1. Mencabut bulu/rambut alis atau mencukurnya sampai habis
Cara berhias seperti ini diharamkan, baik menghilangkannya itu dengan cara dicukur, dipotong, maupun menggunakan sesuatu yang dapat menghilangkan bulu/ rambut tersebut seluruhnya, atau sebagian. (al-Mu’minat, hlm. 27)
‘Alqamah berkata bahwa Abdullah bin Mas’ud z melaknat para wanita yang mentato dan minta ditato, wanita yang menghilangkan rambut alis, wanita yang minta dihilangkan rambut alisnya, dan wanita yang mengikir giginya agar terlihat bagus, wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah l. Ketika ucapan Abdullah bin Mas’ud z ini sampai kepada Ummu Ya’qub, salah seorang wanita dari Bani Asad yang biasa membaca Al-Qur’an, ia mendatangi Abdullah seraya berkata, “Berita yang sampai kepadaku tentangmu bahwasanya engkau melaknat wanita-wanita yang demikian (Ummu Ya’qub menyebutkannya satu persatu)?” Abdullah menjawab, “Kenapa aku tidak melaknat orang yang dilaknat oleh Rasulullah n dan hal ini ada dalam Kitabullah?” Ummu Ya’qub berkata, “Demi Allah, aku telah membaca lembaran-lembaran Al-Qur’an, namun aku tidak mendapatkan laknat yang engkau sebutkan.” Abdullah menimpali, “Demi Allah, bila engkau membacanya niscaya engkau akan mendapatkannya, yaitu Allah l berfirman:
“Apa yang dibawa oleh Rasulullah untuk kalian maka ambillah dan apa yang beliau larang maka tinggalkanlah.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 5939 dan Muslim no. 2125)
Ath-Thabari t berkata, “Wanita tidak boleh mengubah sedikit pun ciptaan Allah l yang ada pada dirinya, baik dengan menambah maupun menguranginya, dalam rangka untuk memperindah diri, bukan untuk suami atau untuk selainnya. Seperti seorang wanita yang kedua alisnya bersambung, lalu ia menghilangkan bagian yang tersambung tersebut sehingga terkesan kedua alisnya itu terpisah atau sebaliknya. Demikian pula wanita yang memiliki gigi yang lebih dari yang semestinya, lalu ia mencabutnya atau ia memiliki gigi yang panjang kemudian ia memotong sebagian gigi tersebut. Atau seseorang yang memiliki rambut yang pendek kemudian ia menyambungnya dengan rambut yang lain. Semua ini masuk dalam larangan karena termasuk mengubah ciptaan Allah l.”
Beliau melanjutkan, “Dikecualikan dalam pelarangan ini bila hal tersebut mengakibatkan kemudaratan dan mengganggu (menyakiti), seperti seorang wanita yang memiliki gigi berlebihan atau panjang hingga menyulitkannya ketika makan.” (Fathul Bari, 10/390)
Al-Imam an-Nawawi t berkata, “Menghilangkan rambut yang tumbuh di wajah (termasuk rambut alis) dan meminta orang lain untuk menghilangkannya adalah perbuatan yang haram, terkecuali bila tumbuh jenggot atau kumis di wajah seorang wanita, maka tidak diharamkan baginya untuk menghilangkannya. Bahkan disenangi hal ini di sisi kami.” (Syarh Shahih Muslim, 14/106)
Al-Hafizh Ibnu Hajar t mensyaratkan kebolehan di atas dengan izin suami dan sepengetahuannya. (Fathul Bari, 10/391)
2. Membuat tato
Larangan membuat tato ini umum, sama saja baik tato tersebut pada bagian wajah atau bagian tubuh lainnya. (Fathul Bari, 10/385)
Rasulullah n telah melaknat wanita yang berbuat demikian, sama saja baik ia sebagai pelaku maupun sebagai objek, sebagaimana haditsnya telah disinggung di atas. Ibnu ‘Umar c juga mengabarkan:
لَعَنَ النَّبِيُّ n الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِـمَةَ
“Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambungkan rambutnya, serta melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta dibuatkan tato.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 5940 dan Muslim no. 2124)
3. Mengikir gigi
Mengikir gigi dengan tujuan untuk mempercantik diri diharamkan dalam syariat yang mulia, sebagaimana datang isyarat pelarangannya dari Nabi n dalam hadits Abdullah bin Mas’ud z. Adapun bila gigi-gigi tersebut jelek atau tidak teratur, hingga perlu merapikannya guna menghilangkan kejelekan tersebut atau karena ada kerusakan hingga perlu diperbaiki maka tidaklah terlarang, karena hal ini termasuk dalam pengobatan dan menghilangkan sesuatu yang tampak jelek. (Fathul Bari, 10/385)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
IBU :)
Puisi untuk IBU
Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa
Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam
Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian
Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku
Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu
Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku
Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga
Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu
Ibu ,AKU MENYAYANGI LEBIH DARI APAPUN :*
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa
Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam
Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian
Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku
Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu
Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku
Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga
Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu
Ibu ,AKU MENYAYANGI LEBIH DARI APAPUN :*
PUISI UNTUK IBU :*
Ibu
Aku lahir tanpa apa-apa,
Engkaulah yang mengajariku segalanya,
Membesarkanku dengan segala upaya,
Berharap aku kan jadi orang yang berguna..
Ketika aku menangis dalam takut,
Engkaulah yang menenangkanku..
Dan ketika aku jatuh sakit,
Engkaulah yang selalu berada di sampingku..
Engkau menegurku ketika aku salah,
Engkau mengingatkanku ketika aku lupa,
Engkau menghiburku ketika aku sedih,
Engkaulah yang menyembuhkanku ketika aku terluka..
Kini aku telah dewasa,
Berusaha mengejar dan meraih cita-cita,
Berharap kan menjadi orang yang berguna,
Demi mewujudkan harapan dan impian keluarga..
Terima kasih ibu,
Engkaulah segalanya bagiku,
Tanpamu kini aku bukanlah apa-apa,
Kasihmu padaku tak kan terbalas sepanjang masa...
Aku lahir tanpa apa-apa,
Engkaulah yang mengajariku segalanya,
Membesarkanku dengan segala upaya,
Berharap aku kan jadi orang yang berguna..
Ketika aku menangis dalam takut,
Engkaulah yang menenangkanku..
Dan ketika aku jatuh sakit,
Engkaulah yang selalu berada di sampingku..
Engkau menegurku ketika aku salah,
Engkau mengingatkanku ketika aku lupa,
Engkau menghiburku ketika aku sedih,
Engkaulah yang menyembuhkanku ketika aku terluka..
Kini aku telah dewasa,
Berusaha mengejar dan meraih cita-cita,
Berharap kan menjadi orang yang berguna,
Demi mewujudkan harapan dan impian keluarga..
Terima kasih ibu,
Engkaulah segalanya bagiku,
Tanpamu kini aku bukanlah apa-apa,
Kasihmu padaku tak kan terbalas sepanjang masa...
Kamis, 20 Oktober 2011
gue aja bukan gue doang :)
Nama gue TITIS KUSUMA DEWI ,nama panggilan gue titis .kalo di rumah gue biasa di panggil ade karna gue anak bontot mungkin .
Gue punya 1 orang kaka cowo nama nya DIAN ARDY SASMITO dan Alhamdulillah gue masih punya orang tua yang lengkap . gue lahir di JAKARTA tepat tanggal 23 SEPTEMBER 1993 ,hari kamis kliwon jam 07:30 .HHAHA
Kata ayah gue ,arti dari nama TITIS KUSUMA DEWI itu tuh ,emmmmm
TITIS ,titis itu kalo kata orang jawa berarti tepat ,karna oran tua gue pengen nanti nya kalo gue udah gede gue selalu bias ngambil keputusann yang tepat buat hidup gue J tapi TITIS itu bias berarti titisan . yaa inti nya mah kata orang tua gue TITIS itu berarti TITISAN YANG TEPAT
KUSUMA ,kusuma itu berarti bunga .emang yaa ??? gue gak pernah denger si ada bunga kusuma tapi kata orang tua gue kusuma itu berarti bunga ,kusuma itu nama titipan dari alm.kakeek gue maka nya gue suka sama nama itu .
DEWI ,dewi itu yaa berarti dewi ,kalo istilah Indonesia nya mah dewi itu di ibaratkan wanita cantik ,bukan cantik dalem nya aja tapi cantik luar nyaa ,.
Jadi nama TITIS KUSUMA DEWI itu kalo di gabung punya arti TITISAN DEWI BUNGA/DEWI BUNGA YANG TEPAT .
Entah apalaa arti nya ya yang terpeting gue bangga punya nama ini J
Gue di lahirin dari keluarga yang sederhana ,gue punya keluarga yang bahagia dan gue punya orang tua dan kaka yang bener-bener sayang sama gue .
Gue selalu bersyukur sama allah karna gue bias dapet keluarga yang sempurna kyk gini ,semua kebutuhan gue di penuhi ,orang tua gue gak pernah nuntut yang macem-macem sama gue yang terpenting menurut dia gue harus nurutin semua kata-kata dia dan gue harus jadi anak yang baik . guue bangga punya orang tua kyk mereka .
Kadang emang gue selalu ngerasa kesepian di rumah ,sering banget gue sendiri di rumah .ayah gue seorang wiraswasta ,ibu gue seorang karyawati dan kaka gue seorang karyawan di sebuah perusahhan ,itu yang bikin mereka jarang ada di rumah ,masing-masing sibuk sama urusan dan kerjaan nya tapi gue ngerti ko ,mereka kerja buat gue dan gue udah gede jadi harus ngerti . semua gak jadi masalah ,yng terpenting mereka masih tetep sayang dan perhatian sama gue .
Setiap gue berangkat kemana jangan pulang malem-malem .ahhhhhhhhhhhhhhhhhh sumpah gue bahagia banget punya kuliah sendiri pasti gue d sms.n bilang hati-hati lah ini lah itu lah ,kalo jam makan siang pasti gue di sms.n ngingetin jangan lupa makan dan kalo gue pulang telat pasti gue di sms.n main kemana jangan pulang malem-malem .keluarga yang bener-bener cinta sama gue ,gue bahagiaaaa J dan walaupun ibu gue kerja pagi tapi dia selalu nyempetin buat bikini gue bekel buat gue makan siang di kampus .
Hidup gue bener- bener terasa lengkap banget J
Masalah pendidikan gue ,
Dulu gue lulusan dari TK.VICKY 1 ,abis itu gue ngelanjutin ke SDN WANASARI 13 ,abis itu gue ngelanjutin ke SMPN 1 CIKARANG BARAT ,abis itu gue ngelanjutin ke SMAN 1 CIBITUNG dan sekarang gue ngelanjutin ke UNIVERSITAS GUNADARMA .
Dulu pas gue SD sama SMP gue selalu masuk 3 besar karna gue dulu selalu di iming-imingin hadiah kalo gue bias dapet rengking .hahahaha tapi sekarang malah menurun mungkin karna perkembngan jaman dan pergaulan gue makin turun pas SMA Cuma masuk 10 besar ,5 besar aja gak masuk ,tapi gue tetuep bersyukur karna gue turun gak terlalu jauh lah tapi orang tua gue gak pernah marah dan nuntut .
Ini lah hidup ada saat nya kita di atas dan ada saat nya kita di bawah tapi kalo menurut gue untuk masalahh pendidikan sii kalo bias emang selalu di atas tapa gg lah kan masih bias berusaha lagi yaa yang terpentingkan gak nyerah J
Sekarang gue punya pacar nama nya ADITYA PRADANA PUTRA ,dia pelengkap buat hidup gue selain gue punya kaka ,ayah ,ibu yang sayang sama gue ,gue juga punya pacar yang sayang sama gue .gue sama adit pacaran udah 3tahun lebih ,berawl kita kenal dari temen SMP dan baru pacaran pas awal masuk SMA .walaupun SMA kita gak bareng tapi seberusaha mungkin kita selalu bareng ,. Senenggg banget gue punyaaaaaa pacar kyk dia tuh ,orang nya baik dan gak macem-macem ,di selalu bikin gue merasa paling special banget buat dia .ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh gue bangga dan seneng punya pacar kyk dia ,.
Bandung-bekasi dia jarak pacaran gue sama dia sekarang tapi gue gak pernah ngerasa jauh walaupun emang kenyataan nya jauh . tapi zaman sekarang semua serba praktis ,ada handphone buat komunikasi dan jarak bekasi-bandung itu deket paling Cuma 1,5 jam perjalanan darat jadi semua nya sekarang serba mudah J
Yaaa ini lah gue ,gue orang nya apa ada nya dan gak ada yang di tutupi ,semua serba transpara J
bahas sesuatu "kematian"
KEMATIAN
Ngeri yaa kalo udah bahas tentang topic ini ,kematian ,aduuuh sumpah belum bias ngebayangin dan gak akan pernah sanggup untuk ngebayangin .
Hal ini atau hal yang sedang kita bahas sekarang emang gak akan pernah jauh dari kehidupan ,inti orang hidup pasti nanti nya akan mati atau garis besar nya orang yang hidup pasti akan kembali kepada sang pencipta nya .
Inget guysss ,kita hidup di dunia itu hanya ngontrak ,kehidupan abadi kita adalah nanti setelah kita meninggal atau di alam sana .
Ngomongin masalah kyk gini kadng gue suka mikir ,apakah gue hidup di dunia udah banyak buat dosa ? , apakah gue hidup di dunia ini sudah beribadah dengan baik dan apakah gue hidup di dunia ini udah banyak membuat orang tersenyum ? atau mungkin sebalik nya ,apaa gue hidup di dunia ini udah banyak buat dosa ?
Gak ada yang tau seberapa banyak kita udah beramal dan beribadah dan gak ada yang tau apakah gue udah berbua banyak dosa di dunia ini .yang tau hanya engkau yang di sanaa .
Andai manusia tau tau tentang kematian nya mungkin banyak manusia yang tidak akan melakukan dosa ,mungkin hidup di dunia bakal pasif ,semua manusia hidup hanya untuk beribadah dan beramal baik tanpa di selingi aktifitas apapun ,tapi allah adil ,manusia tidak pernah tau tentang kematian ,mungkin juga ini yang menbuat dunia menjadi seperti ini ,semua serba seimbang ,banyak manusia yang beramal dan beribadah shaleh dan banyak manusia pula yang tidak beribadah dan beramal baik .
Ini lah hidup ,semua harus serba berusaha ,berusaha untuk menjadi yang lebih baik dan berusaha untuk bias nanti nya berada di tempat yang paling indah di sisi nya .
Dulu pas gue SD guru gue sering cerita tentang surge dan neraka ,ini emang punya kaitan erat dengan kematian . inti nya surga adalah dimana orang-orang baik ,beramal shaleh ,beribadah dengan taat di tempat kan setelah ia meninggal ,subhanallah dari cerita guru SD gue ,gue punya gambaran yang indah banget tentang surga .nanti nya disana kita akan hidup seperti di rumah kerajaan tapi lebih indah 100% ,ya allah ngebayangin nya aja udah seneng banget . dan neraka ,adalah tempat orang dimana di dunia itu dia amal baik nya lebih sedikit di bandingkan amal buruk nya ,seremmmm kalo nyeritain neraka ,dulu guru SD gue cerita kalo neraka itu serem banget ,semua panasss dan kejahatan yang udah pernah kita lakukan di dunia pasti dibalas di neraka ,subhanallah gak sanggup ngebayangin nya L
Yaaa itu hanya definisi aja dari petikan cerita-cerita guru SD gue dulu . hehehe
Ini lah hidup ,kita harus nerima konsekuesi yang pernah kita lakukan di dunia ,semua nya pasti dibalas mulai dari perbuatan sekecil apa pun itu nanti setelah kita meninggal,.semua nya adil ,gak ada yang di kurang-kurangkan dan gak ada yang di lebih-lebih kan .
Maka nya selagi kita masih di berikan kesempatan untuk bernafas sama allah ,sebaik-baik nya kita gunakan waktu itu untuk beribadah ,beramal baik dan segala nya apa pun yang baik di dunia inii J
Langganan:
Postingan (Atom)





